Tampilkan postingan dengan label EHS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EHS. Tampilkan semua postingan
Selasa, 10 Mei 2016
Bahaya Benda Terjatuh
Alasan Safety Talk:
Kondisi lingkungan kerja di PT Sayap Mas Utama memiliki potensi terhadap benda terjatuh, misal tumpukan pallet, tumpukan finish good, loading dan unloading raw material, dan sebagainya. Benda yang terjatuh bisa berbahaya bagi karyawan.
Poin – poin utama Safety Talk:
Pastikan susunan pallet telah benar dan tingginya tidak melebihi batas maksimal yang telah ditentukan
Pastikan pallet yang disusun pada racking telah aman dan tidak melebihi kapasitas beban aman yang telah ditentukan
Saat anda bekerja unloading / loading material, jaga jarak anda dengan kemasan raw material jumbo bag. Jangan pernah berjalan di bawah benda yang sedang diangkat.
Jangan menyusun barang secara vertical. Jika masih memungkinkan, susunlah barang secara horizontal
Pastikan bahwa kondisi racking tempat anda menyimpan barang dalam kondisi yang baik. Tidak miring, bengkok, atau rusak.
Jika anda bekerja di area mezzanine, pastikan bahwa anda tidak melewati batas aman. Pasang pintu pengaman di area mezzanine apabila tidak digunakan. Jangan melintas di bawah area mezzanine jika sedang dilakukan pekerjaan loading / unloading.
Saat menggunakan hoist atau alat pengangkat lainnya, pastikan beban yang diangkat tidak melebihi batas aman maksimum yang ditentukan.
Jangan meletakkan alat kerja seperti palu, mesin gerinda, obeng, dan sebagainya di lantai kerja yang miring
Jangan pernah melempar benda dari atas
“WASPADALAH SAAT BEKERJA” “SESUATU BENDA BISA TERJATUH DAN MENIMPA ANDA” “PASTIKAN SEMUA BENDA DISIMPAN DALAM SUSUNAN YANG BENAR DAN AMAN”
Jumat, 29 April 2016
Bekerja di Ketinggian
Alasan Safety Talk:
Lebih dari 50 persen penyebab kejadian fatal di sektor industri adalah terjatuh saat bekerja di ketinggian.
Poin – poin utama Safety Talk:
• Pastikan setiap pekerjaan di ketinggian yang anda kerjakan telah memiliki dokumen ijin kerja aman yang telah disetujui
• Pastikan bahwa anda telah memiliki kompetensi dalam melakukan pekerjaan di ketinggian
• Pekerjaan di ketinggian seharusnya bukan pekerjaan yang kontinyu atau dilakukan dalam waktu yang lama. Semua pekerjaan yang bisa dilakukan di bawah, lakukan terlebih dahulu. Jangan membawa pekerjaan terlalu banyak ke atas
• Pastikan anda menggunakan akses jalan yang benar dan aman untuk menuju ke lokasi pekerjaan di ketinggian
• Pastikan lantai kerja yang digunakan telah diperiksa dengan baik, kuat, dan aman. Jangan menyimpan bahan dan alat kerja yang berlebihan di lantai kerja
• Jangan melepas atau merubah handrails yang telah tersedia
• Sabuk pengaman harus digunakan di tempat kerja di mana tidak memungkinkan untuk memasang lantai kerja yang aman atau sistem panahan jatuh lainnya
• Periksalah dengan baik sabuk pengaman yang akan digunakan. Jika ada kerusakan, segera laporkan pada atasan anda
• Sabuk pengaman yang disediakan oleh perusahaan harus dirawat dan dijaga dengan baik
• Pastikan lokasi kerja anda telah diisolasi dengan baik. Gunakan barricade line untuk menandai area kerja
• Jangan melintas di bawah area tersebut jika sedang ada pekerjaan di ketinggian
• Patuhi semua peringatan dan himbauan yang tertera dalam papan keselamatan
“50 % DARI KECELAKAAN FATAL ADALAH AKIBAT TERJATUH DARI KETINGGIAN”
“JANGAN SAMPAI HAL ITU MENIMPA ANDA”
Bahaya Terpeleset , Tersandung, dan Terjatuh
Alasan Safety Talk:
Terpeleset, tersandung, dan terjatuh adalah beberapa penyebab kecelakaan yang paling umum di area kerja industri. Penyebab – penyebab tersebut bisa saja berakibat fatal terhadap pekerja.
Poin – poin utama Safety Talk:
• Fokuslah terhadap lokasi yang akan anda tuju, tugas yang akan anda kerjakan, dan perhatikan segala sesuatu yang ada di jalur jalan anda
• Harapkan apa yang tidak diharapkan
• Jika menemukan kondisi berbahaya, coba perbaiki dan informasikan kepada atasan anda
• Gunakanlah sepatu saat bekerja
• Hindari menggunakan celana panjang yang longgar, itu bisa menyebabkan anda tersandung
• Berjalan dengan hati – hati. Jangan berlari
• Keringkan kaki atau sepatu anda setelah keluar dari kamar mandi atau area kerja yang basah
• Laporkan kepada atasan anda jika menemukan kondisi lampu yang mati atau tidak berfungsi di area kerja. Kondisi area kerja yang gelap akan sangat berbahaya
• Perhatikan dengan baik jika melalui jalan dengan lantai yang rusak misal keramik pecah, ada lubang, dan sebagainya
• Posisikan kedua tangan anda dengan baik. Jangan berjalan dengan kedua tangan dimasukkan dalam saku. Jaga keseimbangan dengan baik
• Jangan membawa barang berlebihan yang dapat menghalangi pandangan anda
• Berjalan dengan perlahan saat melewati jalan yang licin. Geser telapak kaki anda perlahan dan jangan berbelok secara tiba – tiba
• Jangan memotong jalan. Gunakan jalan yang telah ditentukan
• Gunakan handrail saat menaiki dan menuruni tangga. Perhatikan langkah kaki anda. Jangan tergesa – gesa
“BAHAYA TERPELESET, TERSANDUNG, TERJATUH SELALU MENGANCAM ANDA”
“TETAP WASPADA DAN SELALU BERHATI - HATI”
Jumat, 22 April 2016
Mari Berkendara Dengan Aman
Alasan Safety Talk:
Kecelakaan yang terjadi saat berkendara menjadi salah satu penyumbang angka kematian terbesar di Indonesia. Kebanyakan dari karyawan PT Sayap Mas Utama mengunakan mobil dan motor untuk berangkat dan pulang kerja sehingga diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai cara berkendara yang aman dalam rangka mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Poin – poin utama Safety Talk:
Tips Berkendara Yang Aman
Sebelum Berangkat:
• Perhatikan kesehatan anda, apakah dalam kondisi baik untuk mengemudikan kendaraan
• Lengkapi surat – surat kendaraan seperti: SIM (Surat Ijin Mengemudi), STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), buku KIR, dan lainnya
• Periksa kendaraan yang anda pergunakan seperti rem, lampu – lampu, kaca spion, fisik ban, tekanan ban, air radiator, air accu, oli mesin, dan komponen lainnya. Pastikan semua komponen dalam keadaan yang baik
• Gunakan alat – alat keselamatan seperti helm, sabuk pengaman dan alat lainnya dengan baik dan benar
• Tentukan tujuan dan arah bepergian dengan pasti
• Kenalilah peraturan/rambu lalu lintas pada jalan yang akan dilalui
Dalam Perjalanan:
• Taati peraturan dan undang – undang lalu lintas yang berlaku
• Kurangi kecepatan apabila menghadapi tikungan, perempatan, tempat penyebrangan, lintasan kereta api, tempat ramai, tempat keluar masuk kendaraan proyek, perkantoran, pertokoan, dan perumahan
• Memberhentikan kendaraan di depan garis stop dekat zebra cross untuk memberikan kesempatan kepada penyebrang jalan
• Bila akan merubah arah, berhenti, atau jalan, gunakan tanda – tanda yang jelas. Jangan dilakukan secara tiba – tiba
• Apabila hendak berbelok ke arah kanan, dahulukan arus kendaraan yang datang dari arah depan
• Agar selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan yang berada di depannya
• Usahakan dapat menguasai keadaan, situasi, dan mengendalikan emosi di jalan
• Jangan mendahului kendaraan dari arah sebelah kiri
• Selalu nyalakan lampu besar di siang hari untuk sepeda motor
• Jangan berkendara dalam pengaruh minuman beralkohol dan obat – obatan
• Jangan menggunakan alat komunikasi seperti hand phone saat berkendara
• Jangan menggunakan satu tangan saat memegang kemudi
• Tetaplah fokus, konsentrasi, dan waspada saat berkendara
“MENGEMUDI DENGAN AMAN – SELAMAT SAMPAI TUJUAN”
“KESELAMATAN DI JALAN – DIMULAI DARI DIRI SENDIRI”
Laporkan Nearmiss di Tempat Kerja
Alasan Safety Talk:
Near Miss adalah suatu keadaan dimana apabila terjadi sedikit saja penyimpangan akan menimbulkan kecelakaan yang mengakibatkan kerugian harta benda, proses, manusia dan lingkungan.
Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Frank E. Bird Peterson tentang Piramida Kecelakaan, disampaikan bahwa 10.000 perbuatan dan kondisi tidak aman serta berbahaya akan menghasilkan 600 kejadian nyaris celaka atau yang biasa kita kenal dengan near miss. Apabila kejadian near miss ini akan terpenuhi secara kuantitas, maka akan menghasilkan 30 kasus dengan kriteria kerusakan properti (property damage) dan kecelakaan ringan
Poin – poin utama Safety Talk:
Mengapa anda perlu melaporkan near miss?
1. Jika near miss dibiarkan, maka peluang terjadinya kecelakaan di tempat kerja akan semakin besar. Biasanya near miss yang dilaporkan dapat disebabkan oleh kondisi dan perbuatan tidak aman.
2. Laporan yang diberikan merupakan dasar dalam melakukan investigasi untuk menemukan cara kerja yang lebih aman dan lingkungan kerja yang lebih kondusif serta selamat
3. Data yang diterima merupakan bahan analisis trend kerawanan yang ada di tempat kerja sehingga proses perbaikan dapat dilakukan sesuai prioritas frekuensi / kekerapan kejadian kasus. Dengan demikian diharapkan perbaikan yang dilakukan akan tepat pada sasaran dan rantai kecelakaan dapat diputus
4. Laporan yang kita berikan merupakan bentuk komitmen kita dalam bidang keselamatan serta kontribusi dalam menekan jumlah kecelakaan sebagai bukti bahwa proses budaya keselamatan kerja sudah dilaksanakan dengan baik di perusahaan.
Contoh near miss di tempat kerja:
Menumpang di unit forklift. Misal ceritanya seperti ini: si A menumpang unit forklift dengan kode X, dia duduk di tepian kursi operator. Saat forklift berjalan, tak sengaja kaki si A tergelincir dari pijakannya dan hampir saja terjatuh. “Untungnya” tangan si A secara reflex meraih salah satu besi rangka unit forklift tersebut dan si A tidak jadi terjatuh.
Terpeleset di saat menaiki tangga. Misal ceritanya seperti ini: Si B sedang menaiki tangga di plant Z. Tangan si B tidak memegang hand rail tangga. Tak sengaja, ada ceceran bahan kimia di salah satu anak tangga, kaki si B terpeleset dan hampir terjatuh. “Untungnya” tangan si B secara reflex meraih hand rail dan si B tidak jadi terjatuh.
Coba tanyakan pada karyawan mengenai contoh near miss yang lain.
Tips:
Salah satu cara mudah mengenali near miss adalah jika anda menghembuskan nafas lega dan kemudian berkata “hampir saja…” “untung saja…”
maka anda sudah menambah 1 buah data statistik near miss.
“MARI LAPORKAN NEARMISS SEBAGAI BENTUK KONTRIBUSI KITA TERHADAP K3 DAN PENCAPAIAN LINGKUNGAN KERJA YANG AMAN!”
Kamis, 21 April 2016
Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
Alasan Safety Talk:
Pertolongan Pertama merupakan tindakan pertolongan yang diberikan terhadap korban dengan tujuan mencegah keadaan bertambah buruk sebelum si korban mendapatkan perawatan dari tenaga medis resmi. Jadi tindakan Pertolongan Pertama (PP) ini bukanlah tindakan pengobatan sesungguhnya dari suatu diagnosa penyakit agar si penderita sembuh dari penyakit yang dialami
Poin – poin utama Safety :
1. Jangan Panik : Berlakulah cekatan tetapi tetap tenang, Apabila missal maka pertolongan diutamakan diberikan kepada korban yang menderita luka yang paling parah tapi masih mungkin untuk ditolong.
2. Jauhkan atau hindarkan korban dari kecelakaan berikutnya.
Pentingnya menjauhkan dari sumber kecelakaannya adalah untuk mencegah terjadinya kecelakan ulang yang akan memperberat kondisi korban.
3. Perhatikan pernafasan dan denyut jantung korban.
Bila pernafasan penderita berhenti segera kerjakan pernafasan bantuan.
4. Pendarahan.
Pendarahan yang keluar pembuluh darah besar dapat membawa kematian dalam waktu 3-5 menit. Dengan menggunakan saputangan atau kain yang bersih tekan tempat pendarahan kuat-kuat kemudian ikatlah saputangan Kalau lokasi luka memungkinkan, letakkan bagian pendarahan lebih tinggi dari bagian tubuh.
5. Perhatikan tanda-tanda shock.
Korban-korban ditelentangkan dengan bagian kepala lebih rendah dari letak anggota tubuh yang lain. Apabila korban muntah-muntah dalm keadaan setengah sadar, baringankan telungkup dengan letak kepala lebih rendah dari bagian tubuh yang lainnya.
6. Jangan memindahkan korban secara terburu-buru.
Korban tidak boleh dipindahakan dari tempatnya sebelum dapat dipastikan jenis dan keparahan cidera yang dialaminya kecuali bila tempat kecelakaan tidak memungkinkan bagi korban dibiarkan ditempat tersebut.
7. Segera transportasikan korban ke sentral pengobatan.
Setelah dilakukan pertolongan pertama pada korban setelah evakuasi korban ke sentral pengobatan, puskesmas atau rumah sakit
TIDAK ADA PEKERJAAN YANG LEBIH PENTING DARIPADA MEMASTIKAN SEMUA TINDAKAN PENCEGAHAN TELAH DILAKUKAN DENGAN AMAN.
Rabu, 20 April 2016
Konsentrasi dan Fokus Saat Bekerja
Alasan Safety Talk:
Kemampuan untuk fokus atau konsentrasi sangatlah dibutuhkan dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan. Konsentrasi mempengaruhi hasil dari semua pekerjaan yang dilakukan. Namun, untuk mencapai tingkat konsentrasi bukanlah hal yang mudah, terutama menjelang hari libur.
Poin – poin utama Safety Talk:
Bagaimana cara mengatasi agar konsentrasi dan fokus kerja dapat terjaga, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang memuaskan tanpa adanya kecelakaan? Berikut tips untuk meningkatkan konsentrasi dan fokus kerja sehingga keselamatan dapat terjaga, antara lain:
Tidur Lebih Awal
Banyak orang yang menunda tidur hingga ia merasa sangat kelelahan. Lelah yang berlebihan adalah musuh utama konsentrasi. Jika tidur terlalu larut, maka keadaan psikis dan fisik seseorang menurun. Untuk itu, tidurlah lebih awal dan rasakan efeknya di pagi hari. Tubuh akan lebih bugar, mood/ semangat pun dapat terjaga seharian.
Fokuskan Pada Satu Pekerjaan
Misalkan anda punya pekerjaan A dan B. Pilihlah salah satu untuk diselesaikan terlebih dahulu atau kerjakan secara bergantian, jangan sekaligus. Jika mengerjakan pekerjaan satu per satu maka akan meningkatkan daya konsenterasi anda.
Beristirahat sejenak
Jika sudah sangat lelah, maka jangan memaksakan tubuh dan otak untuk terus bekerja. Memaksakan kondisi diri sendiri hanya akan menimbulkan berbagai penyakit, seperti pusing, demam, atau badan terasa lemas. Untuk itu, alangkah baiknya agar beristirahat sejenak jika sudah mulai merasa hilang konsentrasi. Hal ini juga untuk menghindari agar tubuh tetap fit dan kondisi otak lebih segar ketika beristirahat.
“KONSENTRASI DAN FOKUS KERJA YANG BAIK, AKAN MEMBANTU
MENINGKATKAN KUALITAS DAN KESELAMATAN KERJA!”
Kemampuan untuk fokus atau konsentrasi sangatlah dibutuhkan dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan. Konsentrasi mempengaruhi hasil dari semua pekerjaan yang dilakukan. Namun, untuk mencapai tingkat konsentrasi bukanlah hal yang mudah, terutama menjelang hari libur.
Poin – poin utama Safety Talk:
Bagaimana cara mengatasi agar konsentrasi dan fokus kerja dapat terjaga, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang memuaskan tanpa adanya kecelakaan? Berikut tips untuk meningkatkan konsentrasi dan fokus kerja sehingga keselamatan dapat terjaga, antara lain:
Tidur Lebih Awal
Banyak orang yang menunda tidur hingga ia merasa sangat kelelahan. Lelah yang berlebihan adalah musuh utama konsentrasi. Jika tidur terlalu larut, maka keadaan psikis dan fisik seseorang menurun. Untuk itu, tidurlah lebih awal dan rasakan efeknya di pagi hari. Tubuh akan lebih bugar, mood/ semangat pun dapat terjaga seharian.
Fokuskan Pada Satu Pekerjaan
Misalkan anda punya pekerjaan A dan B. Pilihlah salah satu untuk diselesaikan terlebih dahulu atau kerjakan secara bergantian, jangan sekaligus. Jika mengerjakan pekerjaan satu per satu maka akan meningkatkan daya konsenterasi anda.
Beristirahat sejenak
Jika sudah sangat lelah, maka jangan memaksakan tubuh dan otak untuk terus bekerja. Memaksakan kondisi diri sendiri hanya akan menimbulkan berbagai penyakit, seperti pusing, demam, atau badan terasa lemas. Untuk itu, alangkah baiknya agar beristirahat sejenak jika sudah mulai merasa hilang konsentrasi. Hal ini juga untuk menghindari agar tubuh tetap fit dan kondisi otak lebih segar ketika beristirahat.
“KONSENTRASI DAN FOKUS KERJA YANG BAIK, AKAN MEMBANTU
MENINGKATKAN KUALITAS DAN KESELAMATAN KERJA!”
Selasa, 19 April 2016
Briefing K3 Umum
Alasan Safety Talk:
Berdasarkan kebijakan K3 perusahaan, setiap orang di tempat kerja memiliki tanggung jawab yang sama untuk peduli terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain di tempat kerja
Poin – poin utama Safety Talk:
• Ketahuilah kebijakan keselamatan & kesehatan kerja dan lingkungan (K3L) di PT Sayap Mas Utama
• Patuhi semua SOP dan Intruksi Kerja saat melakukan pekerjaan
• Gunakan dan pelihara dengan baik semua APD yang telah diberikan oleh perusahaan kepada anda – laporkan segala kerusakan APD kepada atasan anda
• Lakukan yang terbaik untuk menjaga tempat kerja anda agar tetap bersih, rapi, dan aman
• Patuhi semua tanda keselamatan yang dipasang di area kerja anda
• Jangan pernah operasikan suatu alat, jika anda tidak berkompeten
• Jangan pernah merubah / merusak peralatan perlindungan seperti safety cover, guard rails, dan lainnya
• Jangan pernah merusak / merubah peralatan tanggap darurat seperti Alat Pemadam Api Ringan dan hydrant
• Jangan pernah membuang benda dari ketinggian
• Jangan pernah ambil jalan pintas saat mengerjakan sesuatu – itu berbahaya
• Selalu gunakan akses jalan yang telah ditentukan
• Susunlah barang dan alat kerja dengan baik dan aman, perhatikan batas tumpukan maksimum yang diperbolehkan
• Lakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum menggunakan suatu bahan – apakah bahan tersebut mudah terbakar? Mudah meledak? Irritant? – periksa MSDS dan KKB yang tersedia
• Tetap waspada saat bekerja – perhatikan unit kendaraan yang mungkin melintas di jalur jalan anda
• Selalu mengutamakan keselamatan saat bekerja
• Laporkan semua kondisi dan perilaku tidak aman kepada atasan anda
“Budaya Selamat adalah saat orang berpikir dan bertindak secara aman meskipun tidak satu pun orang yang melihat”
“Papan keselamatan tidak akan mencegah kecelakaan – pekerja dan sistem kerja yang aman yang akan mencegahnya”
“Tidak ada sistem kerja yang aman tanpa kerjasama dari perusahaan dan pekerja – dibutuhkan kepedulian dan usaha dari setiap orang”
“Keselamatan adalah tanggung jawab kita semua”
Alat Pelindung Diri (APD)
Alasan Safety Talk:
Alat Pelindung Diri didesain untuk melindungi penggunanya dari cidera yang berasal dari bahaya fisik, kimia, dan biologi. Perusahaan akan menyediakan Alat Pelindung Diri bagi pekerja sesuai dengan potensi bahaya. Pekerja memiliki tugas untuk menggunakan Alat Pelindung Diri tersebut dan menjaganya dengan baik. Alat Pelindung Diri adalah “Pertahanan Terakhir” – Jika anda tidak menggunakan APD, maka anda tidak memiliki pertahanan.
Poin – poin utama Safety Talk:
Jelaskan hal – hal berikut ini:
• Jenis Alat Pelindung Diri yang wajib digunakan di area kerja masing – masing disesuaikan dengan potensi bahayanya, misal safety helmet jika ada potensi bahaya kejatuhan benda keras dari atas, masker debu jika ada potensi terhirup debu, sarung tangan kimia jika ada potensi terpapar bahan kimia, kacamata safety jika ada potensi bahaya terpercik bahan kimia cair, dan contoh lainnya.
• Jenis alat kerja khusus yang harus tersedia dan digunakan di area kerja masing – masing
• Jenis Alat Pelindung Diri (APD) akan disediakan oleh perusahaan sesuai dengan potensi bahayanya. Kontraktor wajib menyediakan APD untuk pekerjanya sendiri
• Semua Alat Pelindung Diri (APD) yang telah diberikan oleh perusahaan harus dipelihara dengan baik dan penuh tanggung jawab. Mungkin saja anda bergantung pada alat – alat tersebut untuk tetap hidup.
BERIKAN CONTOH PENJELASAN DARI SALAH SATU ALAT PELINDUNG DIRI DI TEMPAT KERJA ANDA
PELINDUNG KEPALA
• Benda atau obyek yang jatuh dapat menyebabkan cidera serius. Penggunaan Safety Helmet dapat mengurangi resiko dari cidera serius tersebut.
• Cek helm anda dari kerusakan dan keretakan. Jika rusak atau retak, segera ganti.
• Pastikan tali bracket pada safety helmet dalam kondisi baik demi kenyamanan dan keselamatan anda
• Jangan corat – coret helm anda – Hal itu akan merusaknya.
• Dalam penggunaan normal, safety helmet dapat bertahan 2 sampai 3 tahun. Biasanya ada stempel dari produsen pada bagian dalam helm yang menyatakan tanggal dan tahun produksinya
Alat Pelindung Diri didesain untuk melindungi penggunanya dari cidera yang berasal dari bahaya fisik, kimia, dan biologi. Perusahaan akan menyediakan Alat Pelindung Diri bagi pekerja sesuai dengan potensi bahaya. Pekerja memiliki tugas untuk menggunakan Alat Pelindung Diri tersebut dan menjaganya dengan baik. Alat Pelindung Diri adalah “Pertahanan Terakhir” – Jika anda tidak menggunakan APD, maka anda tidak memiliki pertahanan.
Poin – poin utama Safety Talk:
Jelaskan hal – hal berikut ini:
• Jenis Alat Pelindung Diri yang wajib digunakan di area kerja masing – masing disesuaikan dengan potensi bahayanya, misal safety helmet jika ada potensi bahaya kejatuhan benda keras dari atas, masker debu jika ada potensi terhirup debu, sarung tangan kimia jika ada potensi terpapar bahan kimia, kacamata safety jika ada potensi bahaya terpercik bahan kimia cair, dan contoh lainnya.
• Jenis alat kerja khusus yang harus tersedia dan digunakan di area kerja masing – masing
• Jenis Alat Pelindung Diri (APD) akan disediakan oleh perusahaan sesuai dengan potensi bahayanya. Kontraktor wajib menyediakan APD untuk pekerjanya sendiri
• Semua Alat Pelindung Diri (APD) yang telah diberikan oleh perusahaan harus dipelihara dengan baik dan penuh tanggung jawab. Mungkin saja anda bergantung pada alat – alat tersebut untuk tetap hidup.
BERIKAN CONTOH PENJELASAN DARI SALAH SATU ALAT PELINDUNG DIRI DI TEMPAT KERJA ANDA
PELINDUNG KEPALA
• Benda atau obyek yang jatuh dapat menyebabkan cidera serius. Penggunaan Safety Helmet dapat mengurangi resiko dari cidera serius tersebut.
• Cek helm anda dari kerusakan dan keretakan. Jika rusak atau retak, segera ganti.
• Pastikan tali bracket pada safety helmet dalam kondisi baik demi kenyamanan dan keselamatan anda
• Jangan corat – coret helm anda – Hal itu akan merusaknya.
• Dalam penggunaan normal, safety helmet dapat bertahan 2 sampai 3 tahun. Biasanya ada stempel dari produsen pada bagian dalam helm yang menyatakan tanggal dan tahun produksinya
Senin, 18 April 2016
Pencegahan Kecelakaan
Alasan Safety Talk:
Kecelakaan sangat merugikan. Kecelakaan harus dicegah.
Poin – poin utama Safety Talk:
Contoh penyebab kecelakaan:
• Pekerja tidak mengikuti instruksi pekerjaan dengan baik atau tidak menerapkan ilmu dari kegiatan training dalam pekerjaannya
• Penanganan secara manual yang tidak aman
• Alat kerja yang melebihi batas aman beban pekerjaan seperti platform, scaffolding, hoist, dan lainnya
• Penggunaan alat kerja yang tidak tepat
• Penggunaan alat kerja yang rusak
• Melepaskan pelindung yang terpasang pada alat kerja
• Tidak menggunakan APD saat bekerja
• Mengabaikan peringatan yang tertera pada papan keselamatan
Kerugian dari kecelakaan:
• Cidera, cacat permanen, bahkan kematian
• Kehilangan pendapatan, tidak mampu bekerja, tidak mampu menghidupi keluarga
• Kerugian dari pihak perusahaan antara lain biaya kompensasi, hilangnya hari kerja, hilangnya waktu kerja untuk kegiatan investigasi, denda, asuransi, dan hilangnya image perusahaan
Pencegahan Kecelakaan:
• Jangan melepaskan perangkat pelindung pada alat kerja
• Jangan pernah menangani B3 sebelum membaca Kartu Keselamatan dari bahan tersebut
• Jangan menggunakan alat khusus tanpa keahlian
• Selalu gunakan APD sesuai dengan potensi bahaya di tempat kerja
• Jangan menyalahgunakan peralatan keselamatan
• Jangan menggunakan peralatan yang rusak
• Terapkan house keeping yang baik di tempat kerja
• Gunakan alat yang tepat saat melakukan pekerjaan
• Patuhi semua aturan dan papan keselamatan yang ada di tempat kerja.
“ ALAT KERJA TIDAK MENYEBABKAN KECELAKAAN, TETAPI MANUSIA YANG MENYEBABKANNYA”
“KECELAKAAN BISA TERJADI KEPADA SIAPA SAJA, KAPAN SAJA, DAN DI MANA SAJA”
Kecelakaan sangat merugikan. Kecelakaan harus dicegah.
Poin – poin utama Safety Talk:
Contoh penyebab kecelakaan:
• Pekerja tidak mengikuti instruksi pekerjaan dengan baik atau tidak menerapkan ilmu dari kegiatan training dalam pekerjaannya
• Penanganan secara manual yang tidak aman
• Alat kerja yang melebihi batas aman beban pekerjaan seperti platform, scaffolding, hoist, dan lainnya
• Penggunaan alat kerja yang tidak tepat
• Penggunaan alat kerja yang rusak
• Melepaskan pelindung yang terpasang pada alat kerja
• Tidak menggunakan APD saat bekerja
• Mengabaikan peringatan yang tertera pada papan keselamatan
Kerugian dari kecelakaan:
• Cidera, cacat permanen, bahkan kematian
• Kehilangan pendapatan, tidak mampu bekerja, tidak mampu menghidupi keluarga
• Kerugian dari pihak perusahaan antara lain biaya kompensasi, hilangnya hari kerja, hilangnya waktu kerja untuk kegiatan investigasi, denda, asuransi, dan hilangnya image perusahaan
Pencegahan Kecelakaan:
• Jangan melepaskan perangkat pelindung pada alat kerja
• Jangan pernah menangani B3 sebelum membaca Kartu Keselamatan dari bahan tersebut
• Jangan menggunakan alat khusus tanpa keahlian
• Selalu gunakan APD sesuai dengan potensi bahaya di tempat kerja
• Jangan menyalahgunakan peralatan keselamatan
• Jangan menggunakan peralatan yang rusak
• Terapkan house keeping yang baik di tempat kerja
• Gunakan alat yang tepat saat melakukan pekerjaan
• Patuhi semua aturan dan papan keselamatan yang ada di tempat kerja.
“ ALAT KERJA TIDAK MENYEBABKAN KECELAKAAN, TETAPI MANUSIA YANG MENYEBABKANNYA”
“KECELAKAAN BISA TERJADI KEPADA SIAPA SAJA, KAPAN SAJA, DAN DI MANA SAJA”
House Keeping
Safety Talk No. 01 – House Keeping
Alasan Safety Talk:
Praktek house keeping yang buruk di tempat kerja merupakan masalah paling umum yang terkadang dapat menyebabkan suatu kecelakaan. Masalah ini sebenarnya sangat mudah dicegah asalkan setiap pekerja di area tersebut bertanggung jawab untuk menjaga area kerja tetap bersih dan rapi.
Poin – poin utama Safety Talk:
• House keeping adalah sesuatu hal yang penting dalam perusahaan kita, yang tak lain untuk menjaga keselamatan kita selama bekerja. Setiap pekerjaan yang dilakukan secara terorganisir akan mencerminkan kualitas dari suatu area kerja
• Setiap individu pekerja memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kebersihan dan kerapihan dari masing – masing area kerjanya
• Kembalikan semua peralatan yang telah selesai digunakan pada tempatnya
• Buanglah sampah dari sisa – sisa pekerjaan anda ke tempat sampah yang telah ditentukan
• Perhatikan sekeliling area kerja anda – pastikan semua dalam keadaan bersih dan rapi sebelum anda pulang – jangan pernah meninggalkan bahaya di tempat kerja
• Kondisi tempat kerja yang kotor dan tidak rapi merupakan potensi bahaya bagi anda dan rekan kerja
Alasan Safety Talk:
Praktek house keeping yang buruk di tempat kerja merupakan masalah paling umum yang terkadang dapat menyebabkan suatu kecelakaan. Masalah ini sebenarnya sangat mudah dicegah asalkan setiap pekerja di area tersebut bertanggung jawab untuk menjaga area kerja tetap bersih dan rapi.
Poin – poin utama Safety Talk:
• House keeping adalah sesuatu hal yang penting dalam perusahaan kita, yang tak lain untuk menjaga keselamatan kita selama bekerja. Setiap pekerjaan yang dilakukan secara terorganisir akan mencerminkan kualitas dari suatu area kerja
• Setiap individu pekerja memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kebersihan dan kerapihan dari masing – masing area kerjanya
• Kembalikan semua peralatan yang telah selesai digunakan pada tempatnya
• Buanglah sampah dari sisa – sisa pekerjaan anda ke tempat sampah yang telah ditentukan
• Perhatikan sekeliling area kerja anda – pastikan semua dalam keadaan bersih dan rapi sebelum anda pulang – jangan pernah meninggalkan bahaya di tempat kerja
• Kondisi tempat kerja yang kotor dan tidak rapi merupakan potensi bahaya bagi anda dan rekan kerja
Langganan:
Postingan (Atom)